<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Market &#187; Investasi Dinar</title>
	<atom:link href="http://dinarmarket.com/category/investasi-dinar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinarmarket.com</link>
	<description>World of Gold Dinar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 05:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Investasi Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas batangan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.
Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.</p>
<p>Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p>Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar? Tidak mudah untuk mengkaitkannya.</p>
<p>Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.</p>
<p>Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32%/tahun terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.</p>
<p>Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.</p>
<p>Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara 1/4 sampai 1/3 dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik? Jawabannya adalah usaha sektor riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, ‘pertahankan dalam tangkainya‘ (lihat QS. Yusuf (12): 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman – apa itu? ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di 2 tulisan saya sebelumnya mengenai Investasi Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi. Wa Allahu A’lam.</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah">1 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1/4 dinar berapa rupiah">1/4 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah tahun 2011">1 dinar berapa rupiah tahun 2011</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Berapakah jumlah dari 1/4 dinar">Berapakah jumlah dari 1/4 dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="besar bagi hasil dalam dinar">besar bagi hasil dalam dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="dinar diinvestasikan">dinar diinvestasikan</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Dolar atau dinar untuk investasi">Dolar atau dinar untuk investasi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html">http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar">investasi dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar emas">investasi dinar emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.819 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Financial dengan Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uang Dollar Amerika tersebut terhadap emas telah turun tinggal 29 % dalam 8 tahun terakhir, dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4 % saja!</p>
<p>Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial Kita kedepan, apakah untuk keperluan ‘pensiun’ yang mungkin masih 20-30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, Kita memerlukan asumsi inflasi yang Kita akan hadapi – misalnya 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana Kita, targetnya tentu selalu diatas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana Kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Disinilah problem Kita yaitu menghadapi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian inflasi dan ketidak pastian hasil investasi.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Contoh konkrit masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988. Saat itu ketika anaknya baru lahir, dia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22.5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20 % dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah ? perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.</p>
<p>Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22.5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar.; ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22.5 juta tersebut tinggal 32 Dinar ! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharam 1429 – Rp 22.5 juta hanya setara dengan 19 Dinar !). Bayangkan kalau dari awal teman saya yang sholeh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar*, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini menjadi Rp 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat !. Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman&#8230;.!</p>
<p>Note:<br />
<em>*Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar, mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini &#8211; solanya di asuransi kesehatan sudah ada.</em></p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi berbasis emas">asuransi berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="1 dinar barapa rupiah">1 dinar barapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi pendidikan berbasis emas">asuransi pendidikan berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan dinar">asuransi kesehatan dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan berbasis dinar">asuransi kesehatan berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi basis emas">asuransi basis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="pengalaman jual beli dinar">pengalaman jual beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Kecewa dinar Emas">Kecewa dinar Emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Perencanaan financial berbasis dinar">Perencanaan financial berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="perencanaan pensiun berbasis dinar">perencanaan pensiun berbasis dinar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.967 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Jumlah Dinar yang Kita Perlukan?</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.
Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi haji, dana pendidikan anak, dana untuk pembelian rumah dan lain sejenisnya.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi bisa timbul kapan saja atau tidak timbul sama sekali. Dari kategori ini ada kebutuhan finansial yang bisa timbul kapan saja dan pasti terjadi, hanya waktunya yang tidak diketahui seperti kebutuhan biaya-biaya yang terkait dengan kematian anggota keluarga atau konsekwensi dari kematian anggota tersebut. Ada pula kebutuhan finansial yang bisa terjadi kapan saja tetapi mungkin juga tidak terjadi sama sekali seperti biaya-biaya yang terkait dengan risiko kesehatan, bencana alam, kecelakaan dan sejenisnya. Jenis kebutuhan finansial yang kedua ini yang pada umumnya diatasi melalui tolong menolong atau bentuk modernnya dikelola oleh Takaful atau asuransi syariah.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p>Selain dapat tidaknya suatu kebutuhan finansial diprediksi, kebutuhan ini juga dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kebutuhan tunai dan kebutuhan pendapatan sebagai berikut :</p>
<p>KEBUTUHAN TUNAI<br />
Dana Pendidikan<br />
Dana Darurat<br />
Dana Pelunasan Hutang<br />
Dana Penyelesaian Warisan</p>
<p>KEBUTUHAN PENDAPATAN</p>
<p>Kebutuhan Esensial Makanan<br />
Pakaian<br />
Perumahan<br />
Perawatan Rumah<br />
Transportasi<br />
Bahan Bakar<br />
Perawatan Kesehatan<br />
……</p>
<p>Kebutuhan Tidak Esensial Perayaan Ulang Tahun<br />
Liburan<br />
Peralatan Olah Raga<br />
Baju Pesta<br />
Kwalitas Makanan<br />
…</p>
<p>Sekarang kita coba menghitung kebutuhan Dinar untuk kelompok pertama yaitu Kebutuhan Tunai.</p>
<p>Untuk mudahnya dipahami, saya menggunakan contoh keluarga imaginer &#8211; katakanlah keluarga Abdullah dengan profil sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>Di Keluarga Abdullah, saat ini hanya Pak Abdullah yang bekerja. Usia Pak. Abdullah saat ini adalah 44 tahun dan merencanakan ‘pensiun’ dari pekerjaan sekarang dalam 11 tahun kedepan atau pada usia 55 tahun. Pak Abdullah memiliki tiga orang putra yang saat ini masing-masing berusia 18 tahun, 14 tahun dan 8 tahun. Pak Abdullah ingin anaknya semua dapat menyelesaikan perguruan tingi. Selain dari pada itu beliau juga ingin keluarganya tetap mandiri dan tidak menjadi beban orang lain sampai akhir usia Bapak dan Ibu Abdullah yang berdasarkan statistik harapan hidup rata-rata di Indonesia bisa mencapai 70 tahun. Sebagai muslim yang taat, sementara mengusahakan kehidupan di dunia yang mandiri, keluarga Abdullah tidak ingin kehilangan kesempatan beramal semaksimal mungkin. Oleh karenanya keluarga Abdullah ingin terus meningkatkan Sedeqah-nya sehingga mencapai 1/3 dari penghasilannya sampai akhir hayatnya. Karena didorong oleh keinginanya untuk meng-akhiri usianya dengan usia dan amal terbaik, maka beberapa tahun terakhir keluarga Abdullah telah merintis usaha untuk skala rumah tangga. Pak Abdullah juga merencanakan pergi haji berdua dengan istri dua tahun dari sekarang.</p></blockquote>
<p>Untuk menyederhanakan pendekatan kebutuhan Dinar keluarga Abdullah, langkah pertama yang dibutuhkan untuk perencanaan finansial adalah dibuatnya kerangka waktu atau time frame.</p>
<p>Perencanaan finansial akan selalu perlu time frame agar bisa tahu kapan dana tunai dan dana pendapatan dibutuhkan. Berdasarkan uraian diatas, maka secara garis besar kerangka waktu perencanaan finansial keluarga Abdullah dapat digambarkan dalam illustrasi berikut:</p>
<p>Dari ilustrasi tersebut kita sudah bisa memetakan beberapa kebutuhan tunai dan kapan dibutuhkan.</p>
<p>Karena Dinar tidak terpengaruh oleh inflasi, maka hal ini memudahkan kita dalam membuat rencana jangka panjang.</p>
<p>Misalnya kita tahu bahwa saat ini masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu sekitar Rp 50 juta &#8211; maka anggaran 50 Dinar- pastilah cukup. kalau 50 Dinar cukup untuk masuk perguruan tinggi sekarang, insyaallah pada saat anak ke 2 Pak Abdullah yang akan masuk perguruan tinggi dua tahun lagi juga akan cukup dianggarkan 50 Dinar. Demikian pula anaknya yang ketiga yang akan masuk perguruan tinggi 9 tahun yang akan datang.</p>
<p>Biaya pergi haji juga demikian. Untuk tahun ini biaya ONH biasa termasuk uang saku 30 Dinar cukup &#8211; maka dua tahun lagi dengan jumlah Dinar yang sama insyaallah juga akan cukup. Untuk pergi haji berdua Pak Abdullah hanya akan membutuhkan dana 60 Dinar.</p>
<p>Apabila Pak Abdullah juga membutuhkan dana darurat untuk jaga-jaga biaya sakit dlsb. misalnya 50 Dinar, maka kebutuhan tunai Pak Abdullah yang perlu direncanakan pengadaannya adalah 50+2&#215;30+50+50 atau 210 Dinar, 160 Dinar dibutuhkan dalam jangka pendek (2 tahun) dan sisanya masih 9 tahun lagi.</p>
<p>Untuk menghitung Kebutuhan Pendapatan pada masa pensiun insyaallah akan saya tulis pada kesempatan berikutnya.</p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="1 dinar berapa dolar">1 dinar berapa dolar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="biaya haji berapa dinar">biaya haji berapa dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="contoh ilustrasi dana pelunasan hutang">contoh ilustrasi dana pelunasan hutang</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="dinar islam tahun 2009">dinar islam tahun 2009</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="dinar: perlukan?">dinar: perlukan?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kaos saku haji">kaos saku haji</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kebutuhan apa makanan yang kita perlukan">kebutuhan apa makanan yang kita perlukan</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kebutuhan makan apa saja yang kita perlukan dan berapa jumlahnya ?">kebutuhan makan apa saja yang kita perlukan dan berapa jumlahnya ?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="satu karat berapa gram?">satu karat berapa gram?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="berapa uang saku untuk haji">berapa uang saku untuk haji</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.877 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Jual Beli Dinar Emas (Dinar Islam)</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[tempat jual dinar]]></category>
		<category><![CDATA[tempat jual emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membeli dinar emas (dinar islam) dan dirham perak, silakan mengunjungi gerai dinar kami di: dinar.web.id.
Spesifikasi dinar: berat 4.25 gram ; Kadar 22 karat (91.7% emas ; 8.3% perak). Masing-masing koin disertai sertifikat yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association). Dinar dan dirham tersebut diproduksi oleh Logam Mulia, PT. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk membeli dinar emas (dinar islam) dan dirham perak, silakan mengunjungi gerai dinar kami di: <strong><a title="Jual beli dinar dirham" href="http://dinar.web.id/" target="_self">dinar.web.id</a></strong>.</p>
<p>Spesifikasi dinar: berat 4.25 gram ; Kadar 22 karat (91.7% emas ; 8.3% perak). Masing-masing koin disertai sertifikat yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association). Dinar dan dirham tersebut diproduksi oleh Logam Mulia, PT. Aneka Tambang. TBK. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual emas">tempat jual emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual dinar">tempat jual dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual dinar emas">jual dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual beli dinar">jual beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat beli dinar">tempat beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual beli dinar emas">jual beli dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="gerai dinar">gerai dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat membeli dinar emas">tempat membeli dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat membeli dinar">tempat membeli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual dinar emas">tempat jual dinar emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.229 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf Sahabat Rasulullah</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 16:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" src="http://pasardinar.com/wp-content/uploads/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-300x225.jpg" alt="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" width="300" height="225" />Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.</p>
<p>Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.</p>
<p><span id="more-72"></span>Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf:</p>
<ul>
<li>Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang ke-8 yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.</li>
<li> Beliau termasuk salah satu dari 6 orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.</li>
<li> Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.</li>
<li> Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan di sisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada 9 luka parah di tubuhnya dan 20 luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka di kakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.</li>
<li> Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.8 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 5.6 Milyar). Atas shadaqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.</li>
<li> Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang 200 uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”, “Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa?” Tanya Rasulullah. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.</li>
<li> Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).</li>
<li> Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 56 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta!</li>
<li> Beliau juga menyantuni para veteran perang Badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar/orang (sekitar Rp 560 juta) untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.</li>
<li> Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian 1/8 karena ada anak, lalu 1/8 ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.584 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat!</li>
</ul>
<p>Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga? Berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau:</p>
<ul>
<li>Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari ridhla Allah semata.</li>
<li> Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.</li>
<li> Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di jalan Allah.</li>
<li> Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.</li>
<li> Shadaqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. 1/3 dipinjamkannya pada mereka, 1/3 untuk membayari hutang-hutang mereka, dan 1/3 sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.</li>
<li> Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Utsman bin Affan berkata, “Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.</li>
</ul>
<p>Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.</p>
<p>Sumber: <a title="Dinar Islam" href="http://www.dinarislam.com/" target="_blank">http://www.dinarislam.com/</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="belajar dinar">belajar dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="harta shahabat rasulullah">harta shahabat rasulullah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="cara sahabat nabi berinvestasi">cara sahabat nabi berinvestasi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="harta abdurrahman bin auf">harta abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="masa kecil sahabat nabi abdurrahman bin auf">masa kecil sahabat nabi abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="abdurrahman bin auf">abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="mengelola investasi emas">mengelola investasi emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w">abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="nabi & shahabat berniaga">nabi & shahabat berniaga</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA">masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.282 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

