<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Market</title>
	<atom:link href="http://dinarmarket.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinarmarket.com</link>
	<description>World of Gold Dinar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 05:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Investasi Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas batangan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.
Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.</p>
<p>Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p>Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar? Tidak mudah untuk mengkaitkannya.</p>
<p>Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.</p>
<p>Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32%/tahun terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.</p>
<p>Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.</p>
<p>Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara 1/4 sampai 1/3 dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik? Jawabannya adalah usaha sektor riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, ‘pertahankan dalam tangkainya‘ (lihat QS. Yusuf (12): 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman – apa itu? ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di 2 tulisan saya sebelumnya mengenai Investasi Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi. Wa Allahu A’lam.</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar emas">investasi dinar emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.099 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Financial dengan Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uang Dollar Amerika tersebut terhadap emas telah turun tinggal 29 % dalam 8 tahun terakhir, dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4 % saja!</p>
<p>Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial Kita kedepan, apakah untuk keperluan ‘pensiun’ yang mungkin masih 20-30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, Kita memerlukan asumsi inflasi yang Kita akan hadapi – misalnya 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana Kita, targetnya tentu selalu diatas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana Kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Disinilah problem Kita yaitu menghadapi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian inflasi dan ketidak pastian hasil investasi.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Contoh konkrit masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988. Saat itu ketika anaknya baru lahir, dia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22.5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20 % dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah ? perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.</p>
<p>Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22.5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar.; ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22.5 juta tersebut tinggal 32 Dinar ! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharam 1429 – Rp 22.5 juta hanya setara dengan 19 Dinar !). Bayangkan kalau dari awal teman saya yang sholeh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar*, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini menjadi Rp 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat !. Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman&#8230;.!</p>
<p>Note:<br />
<em>*Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar, mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini &#8211; solanya di asuransi kesehatan sudah ada.</em></p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="dinar market">dinar market</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="kecewa asuransi ke dinar">kecewa asuransi ke dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Perencanaan financial berbasis dinar">Perencanaan financial berbasis dinar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.476 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Jumlah Dinar yang Kita Perlukan?</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.
Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi haji, dana pendidikan anak, dana untuk pembelian rumah dan lain sejenisnya.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi bisa timbul kapan saja atau tidak timbul sama sekali. Dari kategori ini ada kebutuhan finansial yang bisa timbul kapan saja dan pasti terjadi, hanya waktunya yang tidak diketahui seperti kebutuhan biaya-biaya yang terkait dengan kematian anggota keluarga atau konsekwensi dari kematian anggota tersebut. Ada pula kebutuhan finansial yang bisa terjadi kapan saja tetapi mungkin juga tidak terjadi sama sekali seperti biaya-biaya yang terkait dengan risiko kesehatan, bencana alam, kecelakaan dan sejenisnya. Jenis kebutuhan finansial yang kedua ini yang pada umumnya diatasi melalui tolong menolong atau bentuk modernnya dikelola oleh Takaful atau asuransi syariah.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p>Selain dapat tidaknya suatu kebutuhan finansial diprediksi, kebutuhan ini juga dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kebutuhan tunai dan kebutuhan pendapatan sebagai berikut :</p>
<p>KEBUTUHAN TUNAI<br />
Dana Pendidikan<br />
Dana Darurat<br />
Dana Pelunasan Hutang<br />
Dana Penyelesaian Warisan</p>
<p>KEBUTUHAN PENDAPATAN</p>
<p>Kebutuhan Esensial Makanan<br />
Pakaian<br />
Perumahan<br />
Perawatan Rumah<br />
Transportasi<br />
Bahan Bakar<br />
Perawatan Kesehatan<br />
……</p>
<p>Kebutuhan Tidak Esensial Perayaan Ulang Tahun<br />
Liburan<br />
Peralatan Olah Raga<br />
Baju Pesta<br />
Kwalitas Makanan<br />
…</p>
<p>Sekarang kita coba menghitung kebutuhan Dinar untuk kelompok pertama yaitu Kebutuhan Tunai.</p>
<p>Untuk mudahnya dipahami, saya menggunakan contoh keluarga imaginer &#8211; katakanlah keluarga Abdullah dengan profil sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>Di Keluarga Abdullah, saat ini hanya Pak Abdullah yang bekerja. Usia Pak. Abdullah saat ini adalah 44 tahun dan merencanakan ‘pensiun’ dari pekerjaan sekarang dalam 11 tahun kedepan atau pada usia 55 tahun. Pak Abdullah memiliki tiga orang putra yang saat ini masing-masing berusia 18 tahun, 14 tahun dan 8 tahun. Pak Abdullah ingin anaknya semua dapat menyelesaikan perguruan tingi. Selain dari pada itu beliau juga ingin keluarganya tetap mandiri dan tidak menjadi beban orang lain sampai akhir usia Bapak dan Ibu Abdullah yang berdasarkan statistik harapan hidup rata-rata di Indonesia bisa mencapai 70 tahun. Sebagai muslim yang taat, sementara mengusahakan kehidupan di dunia yang mandiri, keluarga Abdullah tidak ingin kehilangan kesempatan beramal semaksimal mungkin. Oleh karenanya keluarga Abdullah ingin terus meningkatkan Sedeqah-nya sehingga mencapai 1/3 dari penghasilannya sampai akhir hayatnya. Karena didorong oleh keinginanya untuk meng-akhiri usianya dengan usia dan amal terbaik, maka beberapa tahun terakhir keluarga Abdullah telah merintis usaha untuk skala rumah tangga. Pak Abdullah juga merencanakan pergi haji berdua dengan istri dua tahun dari sekarang.</p></blockquote>
<p>Untuk menyederhanakan pendekatan kebutuhan Dinar keluarga Abdullah, langkah pertama yang dibutuhkan untuk perencanaan finansial adalah dibuatnya kerangka waktu atau time frame.</p>
<p>Perencanaan finansial akan selalu perlu time frame agar bisa tahu kapan dana tunai dan dana pendapatan dibutuhkan. Berdasarkan uraian diatas, maka secara garis besar kerangka waktu perencanaan finansial keluarga Abdullah dapat digambarkan dalam illustrasi berikut:</p>
<p>Dari ilustrasi tersebut kita sudah bisa memetakan beberapa kebutuhan tunai dan kapan dibutuhkan.</p>
<p>Karena Dinar tidak terpengaruh oleh inflasi, maka hal ini memudahkan kita dalam membuat rencana jangka panjang.</p>
<p>Misalnya kita tahu bahwa saat ini masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu sekitar Rp 50 juta &#8211; maka anggaran 50 Dinar- pastilah cukup. kalau 50 Dinar cukup untuk masuk perguruan tinggi sekarang, insyaallah pada saat anak ke 2 Pak Abdullah yang akan masuk perguruan tinggi dua tahun lagi juga akan cukup dianggarkan 50 Dinar. Demikian pula anaknya yang ketiga yang akan masuk perguruan tinggi 9 tahun yang akan datang.</p>
<p>Biaya pergi haji juga demikian. Untuk tahun ini biaya ONH biasa termasuk uang saku 30 Dinar cukup &#8211; maka dua tahun lagi dengan jumlah Dinar yang sama insyaallah juga akan cukup. Untuk pergi haji berdua Pak Abdullah hanya akan membutuhkan dana 60 Dinar.</p>
<p>Apabila Pak Abdullah juga membutuhkan dana darurat untuk jaga-jaga biaya sakit dlsb. misalnya 50 Dinar, maka kebutuhan tunai Pak Abdullah yang perlu direncanakan pengadaannya adalah 50+2&#215;30+50+50 atau 210 Dinar, 160 Dinar dibutuhkan dalam jangka pendek (2 tahun) dan sisanya masih 9 tahun lagi.</p>
<p>Untuk menghitung Kebutuhan Pendapatan pada masa pensiun insyaallah akan saya tulis pada kesempatan berikutnya.</p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="berapa biaya ONH biasa tahun 2010">berapa biaya ONH biasa tahun 2010</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.362 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Jual Beli Dinar Emas (Dinar Islam)</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membeli dinar emas (dinar islam) dan dirham perak, silakan mengunjungi gerai dinar kami di: dinar.web.id.
Spesifikasi dinar: berat 4.25 gram ; Kadar 22 karat (91.7% emas ; 8.3% perak). Masing-masing koin disertai sertifikat yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association). Dinar dan dirham tersebut diproduksi oleh Logam Mulia, PT. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk membeli dinar emas (dinar islam) dan dirham perak, silakan mengunjungi gerai dinar kami di: <strong><a title="Jual beli dinar dirham" href="http://dinar.web.id/" target="_self">dinar.web.id</a></strong>.</p>
<p>Spesifikasi dinar: berat 4.25 gram ; Kadar 22 karat (91.7% emas ; 8.3% perak). Masing-masing koin disertai sertifikat yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan LBMA (London Bullion Market Association). Dinar dan dirham tersebut diproduksi oleh Logam Mulia, PT. Aneka Tambang. TBK. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual dinar">tempat jual dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual dinar emas">jual dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual emas">tempat jual emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat beli dinar">tempat beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual beli dinar emas">jual beli dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat dinar">tempat dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="jual dinar islam">jual dinar islam</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="dinaremas">dinaremas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="dinar emas">dinar emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html" title="tempat jual beli emas">tempat jual beli emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.61 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/tempat-jual-beli-dinar-emas-dinar-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf Sahabat Rasulullah</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 16:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" src="http://pasardinar.com/wp-content/uploads/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-300x225.jpg" alt="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" width="300" height="225" />Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.</p>
<p>Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.</p>
<p><span id="more-72"></span>Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf:</p>
<ul>
<li>Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang ke-8 yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.</li>
<li> Beliau termasuk salah satu dari 6 orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.</li>
<li> Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.</li>
<li> Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan di sisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada 9 luka parah di tubuhnya dan 20 luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka di kakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.</li>
<li> Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.8 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 5.6 Milyar). Atas shadaqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.</li>
<li> Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang 200 uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”, “Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa?” Tanya Rasulullah. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.</li>
<li> Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).</li>
<li> Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 56 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta!</li>
<li> Beliau juga menyantuni para veteran perang Badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar/orang (sekitar Rp 560 juta) untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.</li>
<li> Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian 1/8 karena ada anak, lalu 1/8 ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.584 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat!</li>
</ul>
<p>Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga? Berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau:</p>
<ul>
<li>Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari ridhla Allah semata.</li>
<li> Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.</li>
<li> Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di jalan Allah.</li>
<li> Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.</li>
<li> Shadaqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. 1/3 dipinjamkannya pada mereka, 1/3 untuk membayari hutang-hutang mereka, dan 1/3 sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.</li>
<li> Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Utsman bin Affan berkata, “Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.</li>
</ul>
<p>Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.</p>
<p>Sumber: <a title="Dinar Islam" href="http://www.dinarislam.com/" target="_blank">http://www.dinarislam.com/</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="harta shahabat rasulullah">harta shahabat rasulullah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="belajar dinar">belajar dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w">abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA">masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="Sahabat dan dinar">Sahabat dan dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="keseluruhan sahabat rasulullah saw">keseluruhan sahabat rasulullah saw</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="sahabat rasullulah">sahabat rasullulah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="kekayaan para shahabat dinar">kekayaan para shahabat dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="kekayaan para shahabat">kekayaan para shahabat</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="kekayaan dan harta sahabat rasullullah saw">kekayaan dan harta sahabat rasullullah saw</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 52.978 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi Emas / Dinar Turun ke Peringkat Ke-3</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya tujukan pada temen-temen ahli investasi yang sering mengkritik saya bahwa membeli Dinar atau Emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi, karena emas atau Dinar tidak bisa tumbuh setelah dibeli – bendanya ya itu-itu saja, tidak bertambah.
Biasanya kalau mendapat challenge semacam ini; saya selalu respon bahwa yang dikatakan temen-temen tersebut benar adanya – apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya tujukan pada temen-temen ahli investasi yang sering mengkritik saya bahwa membeli Dinar atau Emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi, karena emas atau Dinar tidak bisa tumbuh setelah dibeli – bendanya ya itu-itu saja, tidak bertambah.</p>
<p>Biasanya kalau mendapat challenge semacam ini; saya selalu respon bahwa yang dikatakan temen-temen tersebut benar adanya – apabila uang kita atau timbangan yang kita gunakan sudah emas atau Dinar.  Emas atau Dinar bila diukur atau ditimbang dengan timbangan emas atau Dinar juga – maka jumlah fisiknya memang tidak bertambah.</p>
<p>Sebaliknya bila uang kita atau timbangan yang kita pakai masih Rupiah atau uang kertas lainnya, maka nilai emas atau Dinar yang kita beli jelas tumbuh jauh lebih tinggi – dari investasi bentuk lainnya seperti saham, deposito, reksadana dlsb.</p>
<p><span id="more-70"></span><br />
Dalam istilah ekonomi dan keuangan, investasi adalah tindakan aktif mengarahkan sumber daya dengan tidak mengkonsumsinya sekarang untuk diambil manfaat atau keuntungannya di masa datang. Investasi berasal dari bahasa latin vestis yang artinya baju, maksudnya adalah perpindahan sesuatu dari satu saku baju ke saku lainnya – untuk dimanfaatkan kemudian atau diperolehnya peningkatan nilai (capital gain).</p>
<p>Jadi dari sudut pandang Rupiah atau uang kertas lainnya, bagaimana tidak bisa dikatakan sebagai investasi – lha wong naruh uang di bank dengan pertumbuhan nilai 6-9 % saja dikatakan sebagai investasi; membeli reksadana atau saham yang tahun lalu bisa memberikan hasil minus lebih dari 50 % juga dikatakan sebagai investasi, masa’ membeli Dinar atu Emas yang setahun terakhir pertumbuhan nilainya tumbuh hampir mencapai  50% tidak bisa dikatakan sebagai investasi ?.</p>
<p>Sebaliknya saya setuju bila sudut pandang kita sudah menggunakan emas atau Dinar; bahwa hanya membeli emas atau Dinar tanpa diproduktifkan lebih lanjut (seperti program qirad dlsb) bukanlah investasi – karena jumlah fisiknya tetap, tidak bertambah.</p>
<p>Namun bila sudut pandang emas atau Dinar ini yang kita gunakan, maka pembandingnya yaitu uang kertas Rupiah atau uang kertas lainnya juga harus dilihat dari kacamata emas atau Dinar.  Dari ulasan saya sebelumnya tanggal 28 Feb ’09 dapat kita lihat bahwa sejak Januari 2000 sampai sekarang, rupiah telah mengalami penurunan nilai 83% dan Dollar mengalami penurunan nilai 71 % terhadap emas atau Dinar.</p>
<p>Untuk melihat masalah ini dari perspektif yang adil – yaitu dari dua sisi Rupiah dan Dinar , maka grafik diatas bisa membantu. Rupiah bila dilihat dari Dinar, nilainya terus turun. Sebaliknya Dinar bila dilihat dari Rupiah, nilainya terus naik.</p>
<p>Dari dua sudut pandang tersebut diataslah maka positioning Dinar diawal-awal penyebarannya oleh GeraiDinar kita bahasakan sebagai alat untuk Investasi dan Proteksi Nilai. Investasi adalah bila kita melihat Dinar dari kacamata Rupiah, sedangkan Proteksi Nilai apabila sudut pandang kita sudah menggunakan Dinar itu sendiri.</p>
<p>Kini positioning tersebut sudah tidak lagi terlalu kami tekankan, karena setelah Dinar menyebar luas di masyarakat – positioning Dinar akan secara otomatis namun bertahap menjadi  uang yang real lengkap dengan tiga fungsinya yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Timbangan yang Adil atau Penentu Nilai/Harga (Unit of Account) dan sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value).</p>
<p>Kalau toh Dinar dianggap sebagai investasi karena hasilnya yang jauh lebih tinggi dari Deposito dan jauh lebih stabil dibandingkan dengan saham, dulu Dinar saya posisikan hanya sebagai investasi nomor dua setelah usaha di sector riil yang berjalan dengan baik. Setelah kita bertambah tua, horizon  investasi kita harus mulai melihat lebih jauh lagi kedepan – tidak terbatas dengan apa yang bisa kita nikmati hasilnya di dunia, tetapi investasi kita juga harus menjadi bekal (Asset) dan bukan beban (Liability) kita di akhirat kelak.</p>
<p>Jadi investasi emas atau Dinar kini saya turunkan peringkatnya ke peringkat tiga saja setelah sector riil yang berjalan dengan baik di peringkat dua; peringkat pertamanya di duduki Infaq dan Shadaqah yang hasilnya bisa mencapai lebih dari 700 kali lipat,…J. Amin.</p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku The Dollar Meltdown: Bila Dollar Melumer Karya Charles Goyette</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/buku-the-dollar-meltdown-bila-dollar-melumer-karya-charles-goyette.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/buku-the-dollar-meltdown-bila-dollar-melumer-karya-charles-goyette.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Emas]]></category>
		<category><![CDATA[The Dollar Meltdown]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[The Dollar Meltdown (Penguin Group, NY 2009) adalah judul buku karya Charles Goyette yang mendapatkan perhatian luas di Amerika akhir-akhir ini; sampai anggota congress senior negeri itu yang punya perhatian khusus pada moneter Ron Paul memberikan catatannya yang berbunyi : “ Goyette telah melakukan pekerjaan hebat dalam menjelaskan mengapa Amerika menuju krisis finansial hebat kedepan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-65" title="the-dollar-meltdown-charles-goyette" src="http://pasardinar.com/wp-content/uploads/2009/12/the-dollar-meltdown-charles-goyette-196x300.jpg" alt="the-dollar-meltdown-charles-goyette" width="196" height="300" />The Dollar Meltdown (Penguin Group, NY 2009) adalah judul buku karya Charles Goyette yang mendapatkan perhatian luas di Amerika akhir-akhir ini; sampai anggota congress senior negeri itu yang punya perhatian khusus pada moneter Ron Paul memberikan catatannya yang berbunyi : “ Goyette telah melakukan pekerjaan hebat dalam menjelaskan mengapa Amerika menuju krisis finansial hebat kedepan, dan mengajari strategi yang masuk akal bagi warga Amerika untuk melindungi diri dan keluarganya. Saya percaya buku ini wajib dibaca (bagi warga Negara Amerika)”.</p>
<p>Buku yang terdiri dari empat Bab ini terus terang juga menarik bagi saya – meskipun isinya sendiri tidak banyak yang baru – karena mayoritas pokok-pokok pemikirannya juga sudah saya tulis di situs ini dalam dua tahun terakhir, jauh sebelum buku ini terbit.</p>
<p>Dua bab Pertama banyak membahas dengan detil tentang krisis finansial yang terjadi selama dua tahun terakhir, bagaimana terjadinya, upaya-upaya bailout yang dilakukan pemerintah yang dianggapnya gagal dan justru membuat blunders, tumpukan hutang yang menggunung dan semakin menggunung (dalam bahasa penulis disebut : First there is a mountain…then there is a bigger mountain) yang akhirnya nanti akan membawa kepada kebangkrutan.</p>
<p><span id="more-64"></span>Bab III menguraikan dengan jelas tentang prediksi penulis akan masa depan ekonomi Amerika yang di representasikan dengan US Dollar-nya. Menurut si Goyette ini, kemungkinan besar terjadi (likely scenarios) bahwa US$ akan runtuh hanya dalam beberapa tahun mendatang.</p>
<p>Mengenai timing-nya ini, Goyette menjelaskan keberulangan sejarah. Dollar yang kita kenal sekarang adalah Dollar yang tidak lagi dikaitkan dengan emas – ini merupakan pengingkaran Amerika atas perjanjian yang digagasnya sendiri yaitu Bretton Woods Agreement. Amerika terpaksa melepaskan kaitan uangnya dengan emas secara resmi tahun 1971 setelah didahului oleh kebangkrutan ekonomi akibat membiayai perang yang tidak bisa dimenangkannya – yaitu Perang Vietnam.</p>
<p>Hal serupa kini sudah terjadi selama bertahun-tahun; Amerika menguras sumber-sumber keuangannya untuk membiayai The Three Trillion Dollar War  (bahkan konon dana yang dikeluarkan telah membengkak menjadi US$ 4 – 5 trilyun), berupa perang iraq yang tidak memberi manfaat pada bangsa Amerika sendiri.</p>
<p>Dia mengibaratkan kondisi yang dihadapi oleh Dollar saat ini sebagai sebuah kereta yang diberi nama Dollar/Debt Express (DDE). Kereta ini berjalan dengan sangat kencang pada rel buntu yang menuju pada satu arah yaitu tempat rongsokan; sudah sangat terlambat sekarang untuk bisa mengurangi kecepatan kereta, apalagi mengerem-nya. Benturan yang sangat keras akan segera terjadi pada tikungan yang akan dilaluinya – yaitu ketika kereta Dollar/Debt Express ini harus bertabrakan dengan realitas ekonomi.</p>
<p>Kereta akan musnah karena dia melaju pada dua rel kehancuran. Rel pertama namanya fiscal policy, dan rel kedua bernama monetary policy. Fiscal policy menyangkut kebijakan anggaran yang ditempuh pemerintah yang boros dan mengeluarkan uang tidak pada tempatnya – seperti perang Iraq diatas, sedangkan monetary policy menyangkut apa yang dilakukan oleh Federal Reserve – yang keduanya mendorong supply uang kertas yang terus bertambah.</p>
<p>Ketika supply uang sangat banyak, namun kepercayaan di pasar sudah runtuh oleh berbagai kasus seperti real estate bubble yang memicu credit contraction dua tahun terakhir; maka uang tersebut sejatinya tidak menggerakkan sector riil. Maka selanjutnya yang akan terjadi adalah apa yang disebut stagflation – stagnation and inflation.</p>
<p>Ekonomi tidak tumbuh, otomatis lapangan kerja tidak tersedia – uang dicetak banyak tetapi tidak bisa diperoleh oleh masyarakat – dan kalau masyarakat-pun akhirnya mendapatkan uang tersebut – uang ini memiliki daya beli yang rendah karena inflasi yang sangat tinggi.</p>
<p>Yang terjadi selanjutnya lagi menurut penulis adalah The Crack-up Boom atau ledakan kehancuran; dimana penulis mengambil kata-kata dari ekonom besar Ludwig von Mises untuk menggambarkannya sebagai berikut :</p>
<p>“Masyarakat akhirnya akan sadar pada suatu fakta bahwa inflasi adalah kebijakan yang disengaja (deliberate policy) yang akan terus berulang tiada akhir (go on endlessly); ketika ledakan kesadaran ini muncul serentak, semua orang ingin secepatnya menukar uang yang dipegangnya dengan benda riil – tidak perduli mereka membutuhkannya atau tidak, tidak perduli pula berapa banyak uang kertas yang mereka butuhkan untuk ditukarkan ke benda riil tersebut.</p>
<p>Dalam waktu yang sangat singkat, dalam bilangan minggu atau bahkan hari, apa yang dahulunya disebut sebagai uang, kini tidak lagi berlaku sebagai alat tukar. Uang kertas telah menjadi kertas bekas, yang orang tidak lagi mau menukar barang apapun dengan kertas bekas ini.</p>
<p>Inilah yang sudah pernah terjadi di Amerika tahun 1781 dengan uang Continental, di Perancis tahun 1796 dengan uang Territoriaux dan dengan uang Mark Jerman pada tahun 1923. Kejadian serupa akan terjadi lagi bila kondisi yang sama muncul”.</p>
<p>Setelah menulis prediksi yang mengerikan di Bab III tersebut; penulis menghibur bangsa Amerika di Bab IV yaitu solusi menghadapi krisis ini. Apa yang dia sarankan ?; tidak sulit menduganya; dia menyarankan untuk melindungi asset diri dan keluarga hendaknya warga Amerika berinvestasi pada emas, perak, minyak, bahan-bahan kebutuhan pokok seperti produk pertanian dan sejenisnya.</p>
<p>Dalam kesimpulan akhirnya penulis ini juga menjelaskan prediksinya akan uang alternatif yang kedepannya akan sangat dominan perannya yaitu apa yang dia sebut sebagai Digital Gold Currency; yang dia jadikan contoh adalah GoldMoney yang sudah mulai ada di pasar sejak tahun 2001. Sayang si penulis nampaknya belum mengenal M-Dinar ; kalau seandainya dia sudah mengenal M-Dinar ini, dia akan tahu betapa dekat prediksi dia dengan realita di hampir seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Isi buku karya Charles Goyette ini memang sangat dekat dengan pemikiran utama di GeraiDinar.com; bukan karena kami nyontek dia (karena tulisan-tulisan kami lahir lebih dulu dari tulisan dia !), bukan pula sebaliknya dia nyontek pemikiran kami (kecil sekali kemungkinannya dia membaca dan memahami geraidinar.com !) ; tetapi adalah karena sifat kebenaran yang fitrah.</p>
<p>Ketika kami mengungkapkan kebenaran dari sudut pandang keIslaman kami yang berasal dari Qur’an dan Hadits (misalnya Riba yang pasti dihancurkan Allah – QS 2 : 276) ;  orang lain yang menkaji kebenaran berdasarkan ilmunya dengan jujur seperti Charles Goyette – kemungkinan besarnya memang akan berkesimpulan yang sama dengan kesimpulan kami tersebut.</p>
<p>Jadi kalau di AlQur’an sudah dikabarkan bahwa Riba akan dihancurkan oleh Allah (QS 2 :276), kemudian secara ilmiah oleh Charles Goyette juga disimpulkan yang sama bahwa Dollar nan ribawi akan hancur – maka apakah kita masih akan percayai US Dollar ? , maukah kita naik kereta Dollar/Debt Express menuju tempat yang namanya The Crack-up Boom ? Saya rasa tidak. Wa Allahu A’lam.</p>
<p>Sumber: geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/buku-the-dollar-meltdown-bila-dollar-melumer-karya-charles-goyette.html" title="bila dollar">bila dollar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.161 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/buku-the-dollar-meltdown-bila-dollar-melumer-karya-charles-goyette.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Dinar Emas 22 Karat atau 24 Karat</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 16:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html</guid>
		<description><![CDATA[Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita – dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah.
Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah – perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui di kehidupan sehari-hari kita – dalam hal muamalah maupun dalam hal Ibadah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pedomannya sederhana menurut beliau yaitu untuk urusan ibadah – perhatikan yang diperintahkan dan dicontohkan oleh junjungan kita Muhammad Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam. Diluar yang diperintahkan dan dicontohkan ini – haram hukumnya dalam Ibadah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya dalam hal muamalah – perhatikan yang dilarang , diluar yang dilarang ini boleh hukumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah dalam menjawab banyak pertanyaan tentang kadar Emas dalam Dinar, kaidah yang kedua yang saya pakai karena ini bab muamalah. Dalam berbagai buku fiqih yang saya baca, saya tidak menemukan satupun rujukan Ayat Al-Qur’an atau Hadits yang berbicara masalah kadar/karat emas ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau toh ada pihak yang berusaha menjelaskan masalah ini, itu pendapat yang bersangkutan yang bisa benar dan bisa pula salah. Sama juga dengan pendapat saya, bisa benar bisa salah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-61"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-773"> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Ulama kontemporer zaman ini Dr. Yusuf Al-Qaradawi –pun ketika secara panjang lebar membahas masalah Dinar dan Dirham dalam Kitab Fiqh Al Zakah (King Abdul Aziz University, 2000); beliau tidak sedikitpun mengungkit masalah kadar emas dalam Dinar ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau hanya mengungkit masalah beratnya yaitu Hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam yang berbunyi kurang lebih “ Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam ini, dalam bahasannya Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 Mithqal adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulan yang antara lain didukung dengan hasil penimbangan Dinar yang diterbitkan pada jaman Khalifah Abdul Malik yang ada di musium ini ternyata juga sama beratnya dengan koin emas yang diterbitkan oleh kerajaan Byzantine.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tidak adanya dalil yang mengatur masalah karat ini; maka saya menggunakan logika sejarah untuk memutuskan Dinar dengan kadar berapa yang disebar-luaskan oleh GeraiDinar. Perlu diingat bahwa GeraiDinar tidak membuat atau memproduksi Dinar sendiri – GeraiDinar hanya menyebar luaskan Dinar yang diproduksi oleh Mitra kita satu-satunya di Indonesia yaitu Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, TBK.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah fakta-fakta sejarah yang dapat saya temukan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia diluar Islam. Apa yang ada sebelum Islam atau diluar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka ini menjadi ketetapan atau taqrir beliau – yang berati Dinar (uang emas) diluar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam.</li>
<li>Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.</li>
<li>Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.</li>
<li>Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % – 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jadi dengan fakta-fakta tersebut, manakah yang lebih mendekati Dinar jaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam; 22 karat atau 24 karat ?. Insyaallah Dinar 22 karat yang lebih mendekati, maka inilah pilihan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru dalam 2 abad terakhir ketika teknologi pemurnian emas sudah semakin baik, koin emas 24 karat mulai dibuat orang. Meskipun demikian tidak serta-merta koin emas yng ada di dunia lantas rame-rame dibuat dalam kadar 24 karat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika koin emas digunakan untuk keperluan jual beli sehari-hari (sebagai alat tukar), maka dibutuhkan kekokohan (durability) yang tinggi –koin emas tersebut tetap dibuat dalam 22 karat. Sampai sekarang-pun koin emas American Eagle, British Britannias, South African Kruggerands tetap dibuat dalam 22 karat.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula Dinar emas; yang diterbitkan di Malaysia oleh Islamic Mint Malaysia, di Dubai oleh e-Dinar dan di Indonesia oleh Logam Mulia juga menggunakan 22 karat karena intensinya memang Dinar emas ini suatu saat bisa menjadi Dinar emas yang aktif – yaitu sebagai alat tukar yang nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang ada koin emas yang saat ini diproduksi dalam 24 karat seperti Canadian Maples, Chinese Pandas dan Australian Nuggets, termasuk juga beberapa produksi Logam Mulia – tetapi koin-koin semacam ini tidak pernah dimaksudkan menjadi alat tukar aktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun pendapat saya ini cenderung untuk menggunakan Dinar 22 karat karena intensinya suatu saat akan menjadi mata uang yang aktif digunakan sehingga dibutuhkan koin yang durable; maka konsisten dengan kaidah diatas – saya juga tidak bisa menyalahkan pihak-pihak yang menggunakan Dinar 24 karat, lha wong saya nggak ketemu dalil yang melarangnya kok – apa hak saya untuk menyalahkannya ?. Lebih jauh lagi, kalau Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam saja mau menggunakan koin emas yang diproduksi oleh orang-orang diluar Islam – masa koin emas yang disalurkan saudara kita se Iman kita tolak ?.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting kita harus jujur, kalau Dinar yang kita perkenalkan 22 karat – maka katakan demikian. Inilah sebabnya mengapa di sertifikat kita yang menyertai setiap koin Dinar – kita sebutkan kadar dan beratnya dengan jelas. Semata-mata untuk jujur dan transparan pada para pengguna.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Anda sempat ke toko-toko emas di Mekah atau Medinah dan nanya Dinar, maka Anda akan diambilkan dalam genggaman tangan beberapa keping Dinar – tanpa sertifikat. Orang percaya begitu saja mungkin karena di Mekah atau Medinah, tetapi tahukah Anda berapa kadar emasnya ? Anda hanya bisa tahu kadarnya kalau di tes dengan technology tinggi seperti technology XRay yang dimiliki oleh GeraiDinar dan Logam Mulia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana bila di pasaran ada dua koin Dinar dengan karat yang berbeda ?. Saat ini tidak menjadi masyalah karena keduanya masih belum sepenuhnya aktif sebagai alat tukar; kedua koin lebih banyak berfungsi secara efektif sebagai store of value.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila keduanya akan mulai aktif sebagai alat tukar yang beredar di pasar, maka seperti kata Ibnu Taimiyah – koin yang berkadar lebih tinggi akan dengan sendirinya menghilang dari pasar karena akan cenderung disimpan oleh pemiliknya atau diambil keuntungannya. Inilah mengapa di belahan dunia lainpun koin 24 karat memang tidak diarahkan untuk menjadi alat tukar yang aktif seperti yang saya berikan contohnya diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelak pada waktunya kekhalifahan Islam berdiri tegak; Insyaallah semuanya mengikuti satu standar yang sama – tetapi untuk saat ini belum ada yang berhak mengaku paling benar standarnya atau paling benar pemahamannya. Wallahu A’lam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: <a title="gerai dinar" href="http://www.geraidinar.com/" target="_blank">geraidinar.com</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="qaidah tentang dinar dan dirham">qaidah tentang dinar dan dirham</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="penerapam salam di dalam muamalah">penerapam salam di dalam muamalah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="membeli dinar dari e dinar">membeli dinar dari e dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="kaidah tentang dirham dan dinar">kaidah tentang dirham dan dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="emas di mekah">emas di mekah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="emas 22 sama dengan mas berapa karat">emas 22 sama dengan mas berapa karat</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="dinar mas h">dinar mas h</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="dimana beli dinar di mekkah">dimana beli dinar di mekkah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="cache:5On2gA0PSakJ:dinarmarket com/ bagaimana membeli dinar dirham">cache:5On2gA0PSakJ:dinarmarket com/ bagaimana membeli dinar dirham</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html" title="beli dinar islam">beli dinar islam</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.256 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/pilih-dinar-emas-22-karat-atau-24-karat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerapan Dinar dan Dirham Solusi dalam Sistem Moneter di Indonesia Tinjauan Perspektif Islam (Lanjutan)</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan
Perkembangan Penerapan dinar dan dirham di Indonesia
Rencana tekhnis dalam penerapan penggunaan dinar dan dirham dalam perekonomian di Indonesia tampaknya akan segera terwujud secara nyata dengan adanya cetak biru (blue print) tentang pemakaian dinar dan dirham yang akan segera dipersiapkan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam konferensi dijakarta tahun 2003. menurut sugiharto (Ketua Departemen Ekonomi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutan</p>
<p>Perkembangan Penerapan dinar dan dirham di Indonesia</p>
<p>Rencana tekhnis dalam penerapan penggunaan dinar dan dirham dalam perekonomian di Indonesia tampaknya akan segera terwujud secara nyata dengan adanya cetak biru (blue print) tentang pemakaian dinar dan dirham yang akan segera dipersiapkan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam konferensi dijakarta tahun 2003. menurut sugiharto (Ketua Departemen Ekonomi ICMI) penyusunan blue print ini sudah disepakati oleh 10 institusi yang telah menaruh perhatian besar terhadap perkembangan system ekonomi islam, terutama terhadap pemakaian mata uang dinar dan dirham. Lembaga-lembaga tersebut antara lain : ICMI, MUI, Yayasan Dinar-Dirham, PNM, Wakala Adina, MES, Asbisindo, dan FOZ.</p>
<p>Tujuan pembuatan cetak biru ini adalah untuk menciptakan keseragaman dalam penerapan mata uang berupa dinar dan drihamdi Indonesia. Untuk memperkenalkan mata uang ini diperlukan sejumlah lembaga pengendali, seperti lembaga sertifikasi yang akan menilai pihak yang berhak mencetak dinar dan dirham agar tidak mudah dipalsukan. Dalam cetak biru itu akan diatur system distribusi dinar dan dirham yang disebut dengan wakala. Wakala berfungsi sebagai tempat penukaran mata uang (money changer).</p>
<p><span id="more-56"></span></p>
<p>Model Transaksi Dinar dan Dirham</p>
<p>Tidak saja secara teoritis, dalam implementasinya mata uang Dinar dan Dirham telah terbukti lebih stabil dibandingkan dengan fiat money yang digunakan dunia internasional sekarang. Dalam artikelnya “The Islamic Gold Dinar: Socio-economic Perspective“, Meera dan Aziz (2002) menjelaskan secara detail kelebihan sistem mata uang Islam (Dinar dan Dirham). Tidak seperti uang hampa, Dinar dan Dirham tidak dapat dicetak ataupun dimusnahkan dengan sekendak-hati pihak berkuasa (pemerintah), karena ia memiliki nilai intrinsik 100%. Ini tentunya akan menghindari terjadinya kelebihan uang dalam masyarakat, atau dengan kata lain akan menghalang terjadinya inflasi. Tidak seperti uang hampa, Dinar dan Dirham juga akan diterima masyarakat dengan hati terbuka tanpa perlu “legal tender” atau penguatan hukum. Kalau masyarakat yang melakukan transaksi dihadapkan pada dua pilihan, untuk dibayar dengan uang hampa atau Dinar, sudah tentu mereka akan lebih memilih Dinar karena kestabilan nilainya. Kestabilan Dinar ini tentunya akan mempromosikan perdagangan internasional. Bertransaksi dengan menggunakan Dinar akan mengurangi biaya transaksi. Bila Dinar digunakan sebagai mata uang tunggal dunia Islam, maka biaya untuk menukar uang dari satu jenis mata uang ke mata uang lainnya dalam dunia Islam tidak diperlukan lagi. Dan yang paling luar biasa adalah penggunaan Dinar akan lebih menjamin kedaulatan negara dari dominasi ekonomi, budaya, politik dan kekuatan asing.[1] Sebagai contoh, dengan hanya mencetak Dolar tanpa perlu di-back up oleh emas dan kemudian dipinjamkan ke Indonesia, Amerika kini dengan mudah mendikte dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Inilah sebabnya Dinar diyakini mampu mewujudkan sistem moneter global yang berkeadilan (just world monetary system).</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>Mata uang dinar dan dirham telah dipergunakan pada zaman Rasulullah saw dan para sahabat. Pada masa islam mata uang itu digunakan sebagai bagian dari hukum muamalah. Tidak menutup kemungkinan pada zaman modern sekarang penerapan kembali mata uang dinar dan dirham mengingat kembali cadangan emas yang dimiliki negara-negara baik negara timur tengah maupun negara asia lebih khusus negara asia tenggara seperti : Indonesia, Malaysia. Terbukti penerapan menggunakan mata uang dinar dan dirham mulai dilakukan saat ini di Malaysia, hal ini menjadi suatu pemicu bagi negara lain yang memiliki cadangan emas yang lebih banyak dibandingkan negara Malaysia, mengingat Indonesia yang mempunyai masyarakat mayoritas muslim dan mempunyai cadangan emas yang cukup banyak menjadi nilai plus untuk menerapkan secepatnya system mata uang dinar dan dirham.</p>
<p>Allahhu A’lam bis shawab.</p>
<p>Sumber: <a href="http://hendrowibowo.niriah.com/2009/05/14/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-2/" target="_blank">http://hendrowibowo.niriah.com/</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="kebijakan moneter diindonesia">kebijakan moneter diindonesia</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="dinar dan dirham di malaysia">dinar dan dirham di malaysia</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="uang dinar dan dirham sebagai solusi">uang dinar dan dirham sebagai solusi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="kebijakan moneter dirham-dinar">kebijakan moneter dirham-dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="sistem perbankan dan moneter indonesia di tinjau dari perspektif ekonomi islam">sistem perbankan dan moneter indonesia di tinjau dari perspektif ekonomi islam</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="kebijakan sistem moneter di indonesia sekarang">kebijakan sistem moneter di indonesia sekarang</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="kaidah tentang dinar dan dirham">kaidah tentang dinar dan dirham</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="solusi kebijakan moneter">solusi kebijakan moneter</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="tentang moneter">tentang moneter</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html" title="pertanyaan sistem moneter di indonesia">pertanyaan sistem moneter di indonesia</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.178 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam-lanjutan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerapan Dinar dan Dirham Solusi dalam Sistem Moneter di Indonesia Tinjauan Perspektif Islam</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Penerapan Dinar dan Dirham Solusi dalam Sistem Moneter di Indonesia Tinjauan Perspektif Islam
Oleh : Hendro Wibowo
(Mahasiswa Magister Bisnis dan Keu. Islam Univ. Paramadina &#38; Dosen STEI SEBI Jakarta)
Penggunaan Dinar Dalam Daulah Islam
Dinar dan dirham sebuah alat pembayaran yang sebenarnya telah lama dikenal sejak zaman Romawi dan Persia, kedua negara tersebut merupakan dua negara adidaya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penerapan Dinar dan Dirham Solusi dalam Sistem Moneter di Indonesia Tinjauan Perspektif Islam</p>
<p>Oleh : Hendro Wibowo</p>
<p>(Mahasiswa Magister Bisnis dan Keu. Islam Univ. Paramadina &amp; Dosen STEI SEBI Jakarta)</p>
<p>Penggunaan Dinar Dalam Daulah Islam</p>
<p>Dinar dan dirham sebuah alat pembayaran yang sebenarnya telah lama dikenal sejak zaman Romawi dan Persia, kedua negara tersebut merupakan dua negara adidaya yang cukup besar pada masa itu. Dinar terbuat dari emas dan dirham terbuat dari perak.</p>
<p>Dinar (emas) dalam sejarah dunia pertama kali diperkenalkan melalui Romawi kuno pada tahun 211 SM. Karena dinar adalah mata uang yang dipergunakan sebagai alat tukar pembayaran transaksi ekonomi pada masa itu dan juga nilainya stabil yang disebabkan adanya kadar emas dalam mata uang tersebut.</p>
<p>Pada masa rasulullah saw, beliau membuat suatu kebijakan terhadap perekonomian. Dalam hal transaksi beliau menetapkan alat pembayaran yang digunakan kaum muslimin pada saat itu berupa dinar dan dirham. Dalam hal Rasulullah menetapkan suatu kebijakan pada praktik muamalah tidak secara mutlak dan resmi, pada saati itu juga tidak semua kaum muslimin memakai kedua mata uang tersebut, ada juga yang memakai system barter dikarenakan pada zaman itu rasulullah masih terfokus pada system dakwah dengan tujuan menyusun kekuatan dan menambah jumlah umat muslin. Penggunaan kedua mata uang ini berlanjut tanpa ada perubahan sedikitpun hingga tahun 18 H ketika khalifah Umar bin Khattab menambahkan lafadz-lafadz islam pada kedua mata uang tersebut.</p>
<p>Perubahan yang sangat signifikan terhadap mata uang ini terjadi pada tahun 76 H. Setelah berhasil menciptakan stabilitas politik dan keamanan, khalifah Abdul Malik bin Marwan melakukan reformasi moneter dengan mencetak dinar dan dirham. Penggunaan kedua mata uang ini terus berlanjut, tanpa perubahan yang berarti, hingga pemerintahan Al-Mu’tashim, khalifah terakhir dinasti Abbasiyah.</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<p>Dalam pandangan Al-Maqrizi (766-845 H), kekacauan mulai terlihat ketika ada pengaruh kaum mamluk semakin kuat dikalangan istana, termasuk terhadap kebijakan pencatakan mata uang dirham campuran (Fulus). Pencetakan fulus, mata uang yang terbuat dari tembaga, dimulai pada masa pemerintahan Dinasti Ayyubiyah, Sultan Muhammad Al-Kamil ibn Al-Adil Al-Ayyubi. Penciptaan uang fulus tersebut dimaksudkan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan dengan rasio 48 fulus untuk setiap dirhamnya.</p>
<p>Pasca pemerintahan Sultan Al-Kamil, penciptaan mata uang terus berlanjut hingga pejabat tingkat provinsi. Kebijakan sepihak dibuat dengan meningkatkan volume pencetakan fulus dan menetapkan rasio 24 fulus untuk setiap dirhamnya. Akibatnya rakyat mengalami penderitaan karena terjadi inflasi.</p>
<p>Pada masa Dinasti Ottoman yang berkuasa di Turki, dinar dan dirham mengalami masa penurunan dan kemudian namanya hanya menjadi kenangan.</p>
<p>Kondisi Modern</p>
<p>Dalam transaksi modern dan diganti dengan system keuangan yang dikembangkan oleh negara barat dengan menggunakan uang kertas.</p>
<p>Uang kertas pertama kali berkembang dalam masa pertengahan dikawasan eropa yaitu system perbankan berkembang dimasa itu. Awal perkembangannya diawali karena adanya faktor yang sama dalam Daulah islam yaitu keengganan dan ketidaknyamanan dalam membawa emas dan perak dalam jumlah besar. Hal ini mendorong masyarakat untuk menitipkan emas dan perak yang mereka miliki kepada pandai besi, ahli perhiasan, ataupun pandai emas. Kemudian mereka mendaoatkan sertifikat deposito yang kemudian sebagai alat bukti penitipan, dan sertifikat tersebut yang digunakan sebagai alat pembayaran.</p>
<p>Pada tahun 1928 di AS pemerintahan AS mulai nota-nota dan sertifikat emas, dan mulai mengeluarkan uang kertas biasa yang berfungsi sebagai alat transaksi perdagangan biasa dan tidak memiliki nilai tukar dengan logam mulia. Hal ini adalah sebuah rekayasa yang sangat halus dalam menghapuskan dinar dan dirham dalam transaksi yang digunakan sebaga alat pembayaran (alat tukar). Efek samping yang akan dirasakan dalam kegiatan ekonomi adalah nilainya akan berubah dalam setiap kurun waktu yang berbeda karena nilainya akan mengalami penyusutan (terdepresiasi).</p>
<p>Hal inilah yang membuat uang kertas dapat dipergunakan sebagai alat komoditi perdagangan, ini adalah kehancuran nilai mata uang yang dijadikan sebagai sarana spekulasi, dan ini akan menyebabkan nilai mata uang (yang notabene berubah waktu tersebut) atau dikenal dengan time value of money akan jatuh. Jatuhnya nilai mata uang akan menyebabkan kehancuran dan krisis dalam perekonomian suatu negara secara nasional.</p>
<p>Pada tahun 1997 indonesia pernah mengalami dan negara asia lainnya dalam krisis moneter yang melanda. Ungkapan Dr Mahathir Muhammad, PM Malaysia dalam sebuah seminar di Hongkong mengungkapkan “kegiatan perdagangan dan spekulasi mata uang diharamkan karena uang kertas tidak memiliki nilai intrinsik (nilai sebenarnya) yang pasti, seperti katanya “system keuangan dunia yang didasari dengan uang kertas dan cek bukanlah islami”. System yang ada pada saat ini yang telah mengusai dunia hingga negara lain mau tidak mau terpaksa menggunakannya”.</p>
<p>Seperti mata uang Dollar AS terdapat ketidakseimbangan nilai, dimana nilai intrinsic (nilai sebenarnya) dari uang kertas jauh lebih rendah dibandingkan nilai nominalnya (nilai yang tertera dalam mata uang), misal : US Dollar dalam biaya pembuatannya, biaya produksi dari selembar mata uang AS tersebut adalah 4,2 seri mata uang AS. Dengan begitu, bila diberikan nilai nominal yang tertera adalah satu dollar AS, maka nilainya adalah 24 kali lipat lebih besar daripada nilai itu sendiri.</p>
<p>Hal itulah muncul ide-ide untuk mepopulerkan kembali penggunaan mata uang dinar (emas) dan dirham (perak) sebagai alat pembayaran dalam kegiatan transaksi ekonomi dikarenakan adanya kegunaan-kegunaan yang dapat dilihat daripada dinar dan dirham itu, yaitu:</p>
<p>1. dalam rangka menegakkan rukun islam untuk pembayarn zakat dan menegakkan sunnah rasul<br />
2. dapat berfungsi sebagai hal jual beli<br />
3. dapat dipergunakan untuk disimpan dan nilainya tidak akan mengalami penurunan<br />
4. dapat dipergunakan sebagai mas kawin<br />
5. untuk menegakkan kedaulatan umat</p>
<p>Sumber asli: <a href="http://hendrowibowo.niriah.com/2009/05/14/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam/" target="_self">http://hendrowibowo.niriah.com/</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="solusi kebijakan moneter pemerintah">solusi kebijakan moneter pemerintah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="repormasi moneter diindonesia">repormasi moneter diindonesia</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="cek dalam perspektif islam">cek dalam perspektif islam</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="solusi islam terhadap nilai uang yang terus turun">solusi islam terhadap nilai uang yang terus turun</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="sistem perbankan pada zaman rasul dan sahabat">sistem perbankan pada zaman rasul dan sahabat</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="sistem perbankan dan moneter di tinjau dari prespektif ekonomi ialam">sistem perbankan dan moneter di tinjau dari prespektif ekonomi ialam</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="SEMUA TENTANG DINAR DIRHAM">SEMUA TENTANG DINAR DIRHAM</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="reformasi kebijakan moneter dari perspektif islam">reformasi kebijakan moneter dari perspektif islam</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="penciptaan mata uang pada masa sahabat">penciptaan mata uang pada masa sahabat</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html" title="penciptaan mata uang islam">penciptaan mata uang islam</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.447 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/penerapan-dinar-dan-dirham-solusi-dalam-sistem-moneter-di-indonesia-tinjauan-perspektif-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
