<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Market &#187; Investasi Dinar Emas</title>
	<atom:link href="http://dinarmarket.com/tag/investasi-dinar-emas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinarmarket.com</link>
	<description>World of Gold Dinar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 05:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Investasi Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas batangan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.
Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.</p>
<p>Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p>Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar? Tidak mudah untuk mengkaitkannya.</p>
<p>Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.</p>
<p>Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32%/tahun terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.</p>
<p>Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.</p>
<p>Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara 1/4 sampai 1/3 dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik? Jawabannya adalah usaha sektor riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, ‘pertahankan dalam tangkainya‘ (lihat QS. Yusuf (12): 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman – apa itu? ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di 2 tulisan saya sebelumnya mengenai Investasi Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi. Wa Allahu A’lam.</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah">1 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1/4 dinar berapa rupiah">1/4 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah tahun 2011">1 dinar berapa rupiah tahun 2011</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Berapakah jumlah dari 1/4 dinar">Berapakah jumlah dari 1/4 dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="besar bagi hasil dalam dinar">besar bagi hasil dalam dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="dinar diinvestasikan">dinar diinvestasikan</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Dolar atau dinar untuk investasi">Dolar atau dinar untuk investasi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html">http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar">investasi dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar emas">investasi dinar emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 6.898 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Jumlah Dinar yang Kita Perlukan?</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.
Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi haji, dana pendidikan anak, dana untuk pembelian rumah dan lain sejenisnya.</p>
<p>Kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi bisa timbul kapan saja atau tidak timbul sama sekali. Dari kategori ini ada kebutuhan finansial yang bisa timbul kapan saja dan pasti terjadi, hanya waktunya yang tidak diketahui seperti kebutuhan biaya-biaya yang terkait dengan kematian anggota keluarga atau konsekwensi dari kematian anggota tersebut. Ada pula kebutuhan finansial yang bisa terjadi kapan saja tetapi mungkin juga tidak terjadi sama sekali seperti biaya-biaya yang terkait dengan risiko kesehatan, bencana alam, kecelakaan dan sejenisnya. Jenis kebutuhan finansial yang kedua ini yang pada umumnya diatasi melalui tolong menolong atau bentuk modernnya dikelola oleh Takaful atau asuransi syariah.</p>
<p><span id="more-86"></span></p>
<p>Selain dapat tidaknya suatu kebutuhan finansial diprediksi, kebutuhan ini juga dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kebutuhan tunai dan kebutuhan pendapatan sebagai berikut :</p>
<p>KEBUTUHAN TUNAI<br />
Dana Pendidikan<br />
Dana Darurat<br />
Dana Pelunasan Hutang<br />
Dana Penyelesaian Warisan</p>
<p>KEBUTUHAN PENDAPATAN</p>
<p>Kebutuhan Esensial Makanan<br />
Pakaian<br />
Perumahan<br />
Perawatan Rumah<br />
Transportasi<br />
Bahan Bakar<br />
Perawatan Kesehatan<br />
……</p>
<p>Kebutuhan Tidak Esensial Perayaan Ulang Tahun<br />
Liburan<br />
Peralatan Olah Raga<br />
Baju Pesta<br />
Kwalitas Makanan<br />
…</p>
<p>Sekarang kita coba menghitung kebutuhan Dinar untuk kelompok pertama yaitu Kebutuhan Tunai.</p>
<p>Untuk mudahnya dipahami, saya menggunakan contoh keluarga imaginer &#8211; katakanlah keluarga Abdullah dengan profil sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>Di Keluarga Abdullah, saat ini hanya Pak Abdullah yang bekerja. Usia Pak. Abdullah saat ini adalah 44 tahun dan merencanakan ‘pensiun’ dari pekerjaan sekarang dalam 11 tahun kedepan atau pada usia 55 tahun. Pak Abdullah memiliki tiga orang putra yang saat ini masing-masing berusia 18 tahun, 14 tahun dan 8 tahun. Pak Abdullah ingin anaknya semua dapat menyelesaikan perguruan tingi. Selain dari pada itu beliau juga ingin keluarganya tetap mandiri dan tidak menjadi beban orang lain sampai akhir usia Bapak dan Ibu Abdullah yang berdasarkan statistik harapan hidup rata-rata di Indonesia bisa mencapai 70 tahun. Sebagai muslim yang taat, sementara mengusahakan kehidupan di dunia yang mandiri, keluarga Abdullah tidak ingin kehilangan kesempatan beramal semaksimal mungkin. Oleh karenanya keluarga Abdullah ingin terus meningkatkan Sedeqah-nya sehingga mencapai 1/3 dari penghasilannya sampai akhir hayatnya. Karena didorong oleh keinginanya untuk meng-akhiri usianya dengan usia dan amal terbaik, maka beberapa tahun terakhir keluarga Abdullah telah merintis usaha untuk skala rumah tangga. Pak Abdullah juga merencanakan pergi haji berdua dengan istri dua tahun dari sekarang.</p></blockquote>
<p>Untuk menyederhanakan pendekatan kebutuhan Dinar keluarga Abdullah, langkah pertama yang dibutuhkan untuk perencanaan finansial adalah dibuatnya kerangka waktu atau time frame.</p>
<p>Perencanaan finansial akan selalu perlu time frame agar bisa tahu kapan dana tunai dan dana pendapatan dibutuhkan. Berdasarkan uraian diatas, maka secara garis besar kerangka waktu perencanaan finansial keluarga Abdullah dapat digambarkan dalam illustrasi berikut:</p>
<p>Dari ilustrasi tersebut kita sudah bisa memetakan beberapa kebutuhan tunai dan kapan dibutuhkan.</p>
<p>Karena Dinar tidak terpengaruh oleh inflasi, maka hal ini memudahkan kita dalam membuat rencana jangka panjang.</p>
<p>Misalnya kita tahu bahwa saat ini masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu sekitar Rp 50 juta &#8211; maka anggaran 50 Dinar- pastilah cukup. kalau 50 Dinar cukup untuk masuk perguruan tinggi sekarang, insyaallah pada saat anak ke 2 Pak Abdullah yang akan masuk perguruan tinggi dua tahun lagi juga akan cukup dianggarkan 50 Dinar. Demikian pula anaknya yang ketiga yang akan masuk perguruan tinggi 9 tahun yang akan datang.</p>
<p>Biaya pergi haji juga demikian. Untuk tahun ini biaya ONH biasa termasuk uang saku 30 Dinar cukup &#8211; maka dua tahun lagi dengan jumlah Dinar yang sama insyaallah juga akan cukup. Untuk pergi haji berdua Pak Abdullah hanya akan membutuhkan dana 60 Dinar.</p>
<p>Apabila Pak Abdullah juga membutuhkan dana darurat untuk jaga-jaga biaya sakit dlsb. misalnya 50 Dinar, maka kebutuhan tunai Pak Abdullah yang perlu direncanakan pengadaannya adalah 50+2&#215;30+50+50 atau 210 Dinar, 160 Dinar dibutuhkan dalam jangka pendek (2 tahun) dan sisanya masih 9 tahun lagi.</p>
<p>Untuk menghitung Kebutuhan Pendapatan pada masa pensiun insyaallah akan saya tulis pada kesempatan berikutnya.</p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="1 dinar berapa dolar">1 dinar berapa dolar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="biaya haji berapa dinar">biaya haji berapa dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="contoh ilustrasi dana pelunasan hutang">contoh ilustrasi dana pelunasan hutang</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="dinar islam tahun 2009">dinar islam tahun 2009</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="dinar: perlukan?">dinar: perlukan?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kaos saku haji">kaos saku haji</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kebutuhan apa makanan yang kita perlukan">kebutuhan apa makanan yang kita perlukan</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="kebutuhan makan apa saja yang kita perlukan dan berapa jumlahnya ?">kebutuhan makan apa saja yang kita perlukan dan berapa jumlahnya ?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="satu karat berapa gram?">satu karat berapa gram?</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html" title="berapa uang saku untuk haji">berapa uang saku untuk haji</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 75.537 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/berapa-jumlah-dinar-yang-kita-perlukan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi Emas / Dinar Turun ke Peringkat Ke-3</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya tujukan pada temen-temen ahli investasi yang sering mengkritik saya bahwa membeli Dinar atau Emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi, karena emas atau Dinar tidak bisa tumbuh setelah dibeli – bendanya ya itu-itu saja, tidak bertambah.
Biasanya kalau mendapat challenge semacam ini; saya selalu respon bahwa yang dikatakan temen-temen tersebut benar adanya – apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya tujukan pada temen-temen ahli investasi yang sering mengkritik saya bahwa membeli Dinar atau Emas tidak bisa dikatakan sebagai investasi, karena emas atau Dinar tidak bisa tumbuh setelah dibeli – bendanya ya itu-itu saja, tidak bertambah.</p>
<p>Biasanya kalau mendapat challenge semacam ini; saya selalu respon bahwa yang dikatakan temen-temen tersebut benar adanya – apabila uang kita atau timbangan yang kita gunakan sudah emas atau Dinar.  Emas atau Dinar bila diukur atau ditimbang dengan timbangan emas atau Dinar juga – maka jumlah fisiknya memang tidak bertambah.</p>
<p>Sebaliknya bila uang kita atau timbangan yang kita pakai masih Rupiah atau uang kertas lainnya, maka nilai emas atau Dinar yang kita beli jelas tumbuh jauh lebih tinggi – dari investasi bentuk lainnya seperti saham, deposito, reksadana dlsb.</p>
<p><span id="more-70"></span><br />
Dalam istilah ekonomi dan keuangan, investasi adalah tindakan aktif mengarahkan sumber daya dengan tidak mengkonsumsinya sekarang untuk diambil manfaat atau keuntungannya di masa datang. Investasi berasal dari bahasa latin vestis yang artinya baju, maksudnya adalah perpindahan sesuatu dari satu saku baju ke saku lainnya – untuk dimanfaatkan kemudian atau diperolehnya peningkatan nilai (capital gain).</p>
<p>Jadi dari sudut pandang Rupiah atau uang kertas lainnya, bagaimana tidak bisa dikatakan sebagai investasi – lha wong naruh uang di bank dengan pertumbuhan nilai 6-9 % saja dikatakan sebagai investasi; membeli reksadana atau saham yang tahun lalu bisa memberikan hasil minus lebih dari 50 % juga dikatakan sebagai investasi, masa’ membeli Dinar atu Emas yang setahun terakhir pertumbuhan nilainya tumbuh hampir mencapai  50% tidak bisa dikatakan sebagai investasi ?.</p>
<p>Sebaliknya saya setuju bila sudut pandang kita sudah menggunakan emas atau Dinar; bahwa hanya membeli emas atau Dinar tanpa diproduktifkan lebih lanjut (seperti program qirad dlsb) bukanlah investasi – karena jumlah fisiknya tetap, tidak bertambah.</p>
<p>Namun bila sudut pandang emas atau Dinar ini yang kita gunakan, maka pembandingnya yaitu uang kertas Rupiah atau uang kertas lainnya juga harus dilihat dari kacamata emas atau Dinar.  Dari ulasan saya sebelumnya tanggal 28 Feb ’09 dapat kita lihat bahwa sejak Januari 2000 sampai sekarang, rupiah telah mengalami penurunan nilai 83% dan Dollar mengalami penurunan nilai 71 % terhadap emas atau Dinar.</p>
<p>Untuk melihat masalah ini dari perspektif yang adil – yaitu dari dua sisi Rupiah dan Dinar , maka grafik diatas bisa membantu. Rupiah bila dilihat dari Dinar, nilainya terus turun. Sebaliknya Dinar bila dilihat dari Rupiah, nilainya terus naik.</p>
<p>Dari dua sudut pandang tersebut diataslah maka positioning Dinar diawal-awal penyebarannya oleh GeraiDinar kita bahasakan sebagai alat untuk Investasi dan Proteksi Nilai. Investasi adalah bila kita melihat Dinar dari kacamata Rupiah, sedangkan Proteksi Nilai apabila sudut pandang kita sudah menggunakan Dinar itu sendiri.</p>
<p>Kini positioning tersebut sudah tidak lagi terlalu kami tekankan, karena setelah Dinar menyebar luas di masyarakat – positioning Dinar akan secara otomatis namun bertahap menjadi  uang yang real lengkap dengan tiga fungsinya yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Timbangan yang Adil atau Penentu Nilai/Harga (Unit of Account) dan sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value).</p>
<p>Kalau toh Dinar dianggap sebagai investasi karena hasilnya yang jauh lebih tinggi dari Deposito dan jauh lebih stabil dibandingkan dengan saham, dulu Dinar saya posisikan hanya sebagai investasi nomor dua setelah usaha di sector riil yang berjalan dengan baik. Setelah kita bertambah tua, horizon  investasi kita harus mulai melihat lebih jauh lagi kedepan – tidak terbatas dengan apa yang bisa kita nikmati hasilnya di dunia, tetapi investasi kita juga harus menjadi bekal (Asset) dan bukan beban (Liability) kita di akhirat kelak.</p>
<p>Jadi investasi emas atau Dinar kini saya turunkan peringkatnya ke peringkat tiga saja setelah sector riil yang berjalan dengan baik di peringkat dua; peringkat pertamanya di duduki Infaq dan Shadaqah yang hasilnya bisa mencapai lebih dari 700 kali lipat,…J. Amin.</p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html" title="1 dinar ke rupiah">1 dinar ke rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html" title="geraidinar">geraidinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html" title="investasi peringkat">investasi peringkat</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html" title="keuntungan investasi emas dibanding dinar">keuntungan investasi emas dibanding dinar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.735 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-emas-dinar-turun-ke-peringkat-ke-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkilaunya Investasi Emas</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/11/berkilaunya-investasi-emas.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/11/berkilaunya-investasi-emas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabaremas.web.id/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, SENIN &#8211; Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SENIN</strong> &#8211; Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.</p>
<div>
<p>Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. &#8220;Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengusaha sukses itu bahkan &#8220;mencabut&#8221; investasinya di sektor  infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk <em>wait and see</em>. &#8220;Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik <em>wait and see </em>sebelum memutuskan untuk terjun ke emas,&#8221; katanya.</p>
<p>Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan <em>abusing </em>dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau <em>zero inflation effect</em>.</p>
<p>Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.<span id="more-44"></span></div>
<div><strong>Kagak ada matinya</strong></div>
<div>
<p>Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang &#8220;kebal&#8221; inflasi. &#8220;Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan,&#8221; kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.</p>
<p>Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti.  Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.</p>
<p>&#8220;Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya,&#8221; kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-<em>treatment</em> ulang dan bisa mengurangi harga.</p>
<p>Kekurangan lain, <em>return</em>-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (<em>hedging</em>). &#8220;Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang <em>favorable</em>,&#8221; katanya.</div>
<div>
<p>Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. &#8220;Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.</p></div>
<div><strong>Diversifikasi emas</strong></div>
<div>
<p>Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. &#8220;Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas,&#8221; katanya.</p>
<p>Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.</p>
<p>Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang  menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga  pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.</p></div>
<div>Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.</div>
<div>Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya.  Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.</p>
<p>Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa <em>safe deposit box</em> yang ada di setiap bank.</div>
<div>Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan <em>revenue stream</em>.  Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.</div>
<div>Sumber: ANTARA</div>
<div>(http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/23/07040378/berkilaunya.investasi.emas)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/11/berkilaunya-investasi-emas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

