<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Market &#187; Investasi</title>
	<atom:link href="http://dinarmarket.com/tag/investasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinarmarket.com</link>
	<description>World of Gold Dinar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 05:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perencanaan Financial dengan Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uang Dollar Amerika tersebut terhadap emas telah turun tinggal 29 % dalam 8 tahun terakhir, dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4 % saja!</p>
<p>Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial Kita kedepan, apakah untuk keperluan ‘pensiun’ yang mungkin masih 20-30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, Kita memerlukan asumsi inflasi yang Kita akan hadapi – misalnya 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana Kita, targetnya tentu selalu diatas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana Kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Disinilah problem Kita yaitu menghadapi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian inflasi dan ketidak pastian hasil investasi.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Contoh konkrit masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988. Saat itu ketika anaknya baru lahir, dia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22.5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20 % dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah ? perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.</p>
<p>Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22.5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar.; ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22.5 juta tersebut tinggal 32 Dinar ! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharam 1429 – Rp 22.5 juta hanya setara dengan 19 Dinar !). Bayangkan kalau dari awal teman saya yang sholeh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar*, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini menjadi Rp 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat !. Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman&#8230;.!</p>
<p>Note:<br />
<em>*Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar, mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini &#8211; solanya di asuransi kesehatan sudah ada.</em></p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi berbasis emas">asuransi berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="1 dinar barapa rupiah">1 dinar barapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi pendidikan berbasis emas">asuransi pendidikan berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan dinar">asuransi kesehatan dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan berbasis dinar">asuransi kesehatan berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi basis emas">asuransi basis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="pengalaman jual beli dinar">pengalaman jual beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Kecewa dinar Emas">Kecewa dinar Emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Perencanaan financial berbasis dinar">Perencanaan financial berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="perencanaan pensiun berbasis dinar">perencanaan pensiun berbasis dinar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.354 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf Sahabat Rasulullah</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 16:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" src="http://pasardinar.com/wp-content/uploads/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-300x225.jpg" alt="belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf" width="300" height="225" />Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.</p>
<p>Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.</p>
<p><span id="more-72"></span>Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf:</p>
<ul>
<li>Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang ke-8 yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.</li>
<li> Beliau termasuk salah satu dari 6 orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.</li>
<li> Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.</li>
<li> Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan di sisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada 9 luka parah di tubuhnya dan 20 luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka di kakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.</li>
<li> Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.8 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 5.6 Milyar). Atas shadaqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.</li>
<li> Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang 200 uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”, “Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa?” Tanya Rasulullah. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.</li>
<li> Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).</li>
<li> Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 56 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta!</li>
<li> Beliau juga menyantuni para veteran perang Badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar/orang (sekitar Rp 560 juta) untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.</li>
<li> Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian 1/8 karena ada anak, lalu 1/8 ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.584 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat!</li>
</ul>
<p>Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga? Berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau:</p>
<ul>
<li>Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari ridhla Allah semata.</li>
<li> Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.</li>
<li> Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di jalan Allah.</li>
<li> Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.</li>
<li> Shadaqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. 1/3 dipinjamkannya pada mereka, 1/3 untuk membayari hutang-hutang mereka, dan 1/3 sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.</li>
<li> Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Utsman bin Affan berkata, “Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.</li>
</ul>
<p>Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.</p>
<p>Sumber: <a title="Dinar Islam" href="http://www.dinarislam.com/" target="_blank">http://www.dinarislam.com/</a></p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="belajar dinar">belajar dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="harta shahabat rasulullah">harta shahabat rasulullah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="cara sahabat nabi berinvestasi">cara sahabat nabi berinvestasi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="harta abdurrahman bin auf">harta abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="masa kecil sahabat nabi abdurrahman bin auf">masa kecil sahabat nabi abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="abdurrahman bin auf">abdurrahman bin auf</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="mengelola investasi emas">mengelola investasi emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w">abdurrahman bin auf-sahabat nabi s a w</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="nabi & shahabat berniaga">nabi & shahabat berniaga</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html" title="masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA">masa kecil Abdurrahman Bin Auf RA</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.006 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/belajar-mengelola-dinar-dari-abdurrahman-bin-auf-sahabat-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas Bisa Sentuh US$ 1.200 di Akhir Tahun</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabaremas.web.id/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus US$ 1.200 per ons troy di akhir 2009.
Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA. Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus US$ 1.200 per ons troy di akhir 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun ikut memburu emas dan menjadikannya sebagai cadangan devisa. Setelah India memborong emas 200 ton, kini giliran Mauritius yang akan membeli 2 ton emas dari Dana Moneter Internasional (IMF).<span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemicunya adalah, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang terus melempem. Dua hari lalu (16/11), indeks dollar AS menyentuh titik terendahnya tahun ini di 74,89.</p>
<p style="text-align: justify;">Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures bilang, pelemahan the green back membuat investor panik dan cepat-cepat menukar dollar mereka ke aset lain. &#8220;Makanya bank sentral sejumlah negara mengalihkan cadangan devisa mereka dari dollar AS ke emas,&#8221; kata Herry, kemarin (17/11).</p>
<p style="text-align: justify;">Penguatan harga emas juga didorong naiknya harga komoditas lain, seperti minyak dunia dan minyak sawit mentah. Dengan berbagai faktor pendorong itu, Analis Asia Kapitalindo Ibrahim,memperkirakan, dalam waktu dekat harga emas bisa menyentuh US$ 1.150 per ons troy.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi, lanjut dia, krisis ekonomi belum segera pulih. &#8220;Di AS ada 480 bank yang tak sehat. Dari jumlah itu, baru 49 bank yang dilikuidasi. Sehingga memicu kekhawatiran pasar,&#8221; kata Ibrahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Herry meramal, harga emas bisa menjejak US$ 1.200 per ons troy. &#8220;Cadangan emas dunia juga perlu diperhatikan mengingat permintaan emas terus mengalir,&#8221; kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai pukul 21.00 WIB kemarin, harga emas pengiriman Desember 2009 di Divisi Comex NYMEX mencapai US$ 1.132. Sejak awal tahun harganya sudah naik 27,16%.</p>
<p style="text-align: justify;">(http://www.kontan.co.id/index.php/investasi/news/25226/Emas-Bisa-Sentuh-US-1.200-di-Akhir-Tahun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

