<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Market &#187; Prediksi</title>
	<atom:link href="http://dinarmarket.com/tag/prediksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dinarmarket.com</link>
	<description>World of Gold Dinar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 05:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Investasi Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas batangan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Dinar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.
Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini para pelaku bisnis dan juga individu menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi memberikan hasil yang baik atau kurang. Kalau hasil investasi tersebut lebih tinggi dari bunga deposito atau lebih tinggi dari SBI, maka investasi tersebut dikatakan berhasil dan sebaliknya.</p>
<p>Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu – jadi hasil investasi yang diukur dengan alat ukur yang menyusut tentu juga tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya. Mengenai penyusutan nilai uang kertas ini saya sudah bahas di tulisan sebelumnya.</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p>Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan nilai daya beli yang sesungguhnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun kalau kita katakan tahun ini Dinar mengalami penguatan 32 % terhadap Rupiah maupun Dollar, apa artinya ini terhadap hasil investasi kita yang di Rupiah ataupun Dollar? Tidak mudah untuk mengkaitkannya.</p>
<p>Nah saya mencoba membuat alat ukur sederhana untuk keperluan tersebut, alat ini saya pakai sendiri untuk menilai investasi saya di beberapa usaha kecil-kecilan yang saya tangani. Saya share disini untuk para pembaca siapa tahu bermanfaat juga bagi orang lain.</p>
<p>Cara kerjanya sederhana saja, semua dibandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki, Dinar yang diam saja (tidak diinvestasikan = 0% hasil investasi dalam Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam Rupiah rata-rata 30.04%/tahun. Sedangkan terhadap hasil investasi dalam Dollar, ini setara dengan hasil investasi rata-rata 11.29%/tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang exceptional 32%/tahun terhadap US$ Dollar – tetapi rata-ratanya 40 tahun ya 11.29% itu tadi.</p>
<p>Kalau diamnya Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7.5%/tahun) dan 3 kali deposito dalam US$ (setelah dipotong pajak Deposito US$ memberikan hasil sekitar 3.6%/tahun), maka alangkah baiknya kalau Dinar tersebut juga berputar untuk investasi. Kalau kita bisa berinvestasi dengan hasil rata-rata 10% saja dalam Dinar, maka berdasarkan mistar Dinar Investment Yield tersebut hasil 10% dalam Dinar setara dengan 22.42 % dalam US$ dan setara dengan 43.04% dalam Rupiah.</p>
<p>Kalau deposito bagi hasilnya hanya antara 1/4 sampai 1/3 dari Dinar yang disimpan saja, lantas apa investasi yang baik? Jawabannya adalah usaha sektor riil yang dijalankan dengan baik. Kalau belum ketemu bisnis yang baik atau mudharib yang bisa menjalankannnya, ‘pertahankan dalam tangkainya‘ (lihat QS. Yusuf (12): 47-48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman – apa itu? ya lagi-lagi Dinar. Lihat juga di 2 tulisan saya sebelumnya mengenai Investasi Dinar dan Bangun Ketahanan Ekonomi. Wa Allahu A’lam.</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah">1 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1/4 dinar berapa rupiah">1/4 dinar berapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="1 dinar berapa rupiah tahun 2011">1 dinar berapa rupiah tahun 2011</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Berapakah jumlah dari 1/4 dinar">Berapakah jumlah dari 1/4 dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="besar bagi hasil dalam dinar">besar bagi hasil dalam dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="dinar diinvestasikan">dinar diinvestasikan</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="Dolar atau dinar untuk investasi">Dolar atau dinar untuk investasi</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html">http://dinarmarket com/2009/12/investasi-dinar html</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar">investasi dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html" title="investasi dinar emas">investasi dinar emas</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.478 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/investasi-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Financial dengan Dinar</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 05:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasardinar.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uang Dollar Amerika tersebut terhadap emas telah turun tinggal 29 % dalam 8 tahun terakhir, dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4 % saja!</p>
<p>Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial Kita kedepan, apakah untuk keperluan ‘pensiun’ yang mungkin masih 20-30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, Kita memerlukan asumsi inflasi yang Kita akan hadapi – misalnya 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana Kita, targetnya tentu selalu diatas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana Kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Disinilah problem Kita yaitu menghadapi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian inflasi dan ketidak pastian hasil investasi.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Contoh konkrit masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988. Saat itu ketika anaknya baru lahir, dia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22.5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20 % dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah ? perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.</p>
<p>Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22.5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar.; ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22.5 juta tersebut tinggal 32 Dinar ! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharam 1429 – Rp 22.5 juta hanya setara dengan 19 Dinar !). Bayangkan kalau dari awal teman saya yang sholeh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar*, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini menjadi Rp 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat !. Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman&#8230;.!</p>
<p>Note:<br />
<em>*Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar, mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini &#8211; solanya di asuransi kesehatan sudah ada.</em></p>
<p>Sumber: Geraidinar.com</p>
............................................. <br>Search terms: <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi berbasis emas">asuransi berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="1 dinar barapa rupiah">1 dinar barapa rupiah</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi pendidikan berbasis emas">asuransi pendidikan berbasis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan dinar">asuransi kesehatan dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi kesehatan berbasis dinar">asuransi kesehatan berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="asuransi basis emas">asuransi basis emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="pengalaman jual beli dinar">pengalaman jual beli dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Kecewa dinar Emas">Kecewa dinar Emas</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="Perencanaan financial berbasis dinar">Perencanaan financial berbasis dinar</a>, <a href="http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html" title="perencanaan pensiun berbasis dinar">perencanaan pensiun berbasis dinar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.962 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/12/perencanaan-financial-dengan-dinar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas Bisa Sentuh US$ 1.200 di Akhir Tahun</title>
		<link>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html</link>
		<comments>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DinarMarket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabaremas.web.id/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus US$ 1.200 per ons troy di akhir 2009.
Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA. Sejak krisis finansial meletup tahun lalu, harga emas terus bersinar dan rajin mengukir rekor-rekor baru. Melihat pemulihan ekonomi global yang belum menunjukkan titik terang, para analis memperkirakan harga emas bakal menembus US$ 1.200 per ons troy di akhir 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan cuma investor ritel yang terpikat cahaya kemilau si kuning. Bank sentral di sejumlah negara pun ikut memburu emas dan menjadikannya sebagai cadangan devisa. Setelah India memborong emas 200 ton, kini giliran Mauritius yang akan membeli 2 ton emas dari Dana Moneter Internasional (IMF).<span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemicunya adalah, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang terus melempem. Dua hari lalu (16/11), indeks dollar AS menyentuh titik terendahnya tahun ini di 74,89.</p>
<p style="text-align: justify;">Herry Setyawan, Analis Indosukses Futures bilang, pelemahan the green back membuat investor panik dan cepat-cepat menukar dollar mereka ke aset lain. &#8220;Makanya bank sentral sejumlah negara mengalihkan cadangan devisa mereka dari dollar AS ke emas,&#8221; kata Herry, kemarin (17/11).</p>
<p style="text-align: justify;">Penguatan harga emas juga didorong naiknya harga komoditas lain, seperti minyak dunia dan minyak sawit mentah. Dengan berbagai faktor pendorong itu, Analis Asia Kapitalindo Ibrahim,memperkirakan, dalam waktu dekat harga emas bisa menyentuh US$ 1.150 per ons troy.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi, lanjut dia, krisis ekonomi belum segera pulih. &#8220;Di AS ada 480 bank yang tak sehat. Dari jumlah itu, baru 49 bank yang dilikuidasi. Sehingga memicu kekhawatiran pasar,&#8221; kata Ibrahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Herry meramal, harga emas bisa menjejak US$ 1.200 per ons troy. &#8220;Cadangan emas dunia juga perlu diperhatikan mengingat permintaan emas terus mengalir,&#8221; kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai pukul 21.00 WIB kemarin, harga emas pengiriman Desember 2009 di Divisi Comex NYMEX mencapai US$ 1.132. Sejak awal tahun harganya sudah naik 27,16%.</p>
<p style="text-align: justify;">(http://www.kontan.co.id/index.php/investasi/news/25226/Emas-Bisa-Sentuh-US-1.200-di-Akhir-Tahun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dinarmarket.com/2009/11/emas-bisa-sentuh-us-1-200-di-akhir-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

